Monday, December 15, 2014

Manyun Pagi-pagi




Aaaah.... Beginilah nasib jadi ibu bekerja. Bagaimanapun rapinya kerjasama terjaling dengan suami dan si Mbak yang menemani di rumah, tetap saja ada saat-saat si genduk tidak ikhlas ditinggalkan di rumah.
Seperti pagi ini, Asma bangun lebih siang dari biasanya. Tiba-tiba melek mata langsung bilang, "Ibu mau ke mana?" Setelah dijawab mau berangkat kerja, eeeeh dia ngomel, "Ibu tu h kerja terus, pergi terus..." Lalu dijawab lagi sambil belai-belai dia bahwa ibunya memang harus pergi untuk kerja. Langsung deh "Ibu jahat... Ibu jahat...." sambil ngamuk dan pukul-pukul pipi bapaknya yang berusaha menenangkan dia.


Saya tetap berangkat ke kantor, setelah di bis, suami telepon dan di latar belakang tetap masih terdengar teriakan 'Ibu jahat'.... Aduh sedihnya. Sungguh Ibu juga pengen menemanimu nak.






Biasanya dia jadi angot kalau agak lama ditemani oleh Bapak dan Ibunya. Kebetulan, Jumat tanggal 12 Des kemarin saya ambil cuti dan jadwal Bapaknya sedang kosong. Jadilah kami bersama selama 3 hari full sementara Mbaknya diliburkan. Sampai sekarang ini masih menjadi tantangan, karena selalu terjadi dan berulang. Kami masih belum menemukan cara terbaik untuk mengatasi angot setelah liburan ini.




Wednesday, December 3, 2014

Dadar Kleting Ungu

Terinspirasi dari Ibu Mei pemilik "Djeng Kamto" yang belakangan boyongan dari Kediri ke Mataram. Terimakasih idenya ya Bu....

Dadar Kleting Ungu adalah salah satu pengisi snack box yang sama-sama menjadi andalan kami berdua yang bersahabat di dunia maya ini. Hehehehe....

Resep aslinya silakan dilihat di sini ya... Kalau yang sekarang saya share adalah resep yang telah saya modifikasi.
Dadar Kleting Ungu dan kawan-kawan

Dadar Kleting Ungu
Resep : Mei "Djeng Kamto"
Modif : Afifah

Bahan:
Kulit :
200gr Tepung Terigu Protein sedang
2 sdm tepung sagu / tapioka
3 sdm susu bubuk
2 sdm gula pasir
1/2 sdt garam halus
2 bt telur
600 ml santan sedang (atau 50 ml santan instan + air sampai mencapai jumlah)
3 sdm minyak sayur
Pewarna ungu secukupnya (atau pink untuk kue dengan filling stoberi)

Isi :
25 buah pisang raja / kepok  kukus matang (jika ingin ukuran kecil bisa 12 pisang belah 2 memanjang)
Selai bluberi atau stoberi secukupnya
Susu kental manis putih secukupnya
Keju parut secukupnya (saya potong memanjang, tidak diparut supaya keju lebih terasa saat digigit)

Cara Membuat :
1. Campur semua bahan kering dalam mangkuk, aduk rata dengan whisk. tuangi santan sambil diaduk cepat supaya licin. Masukkan telur, aduk rata. Tambahkan minyak sayur dan pewarna makanan. Jika ingin cepat masukkan semua bahan ke dalam gelas blender (yang untuk membuat jus), blend selama 5 menit sampai adonan licin. Untuk mendapatkan adonan yang smooth, jika perlu saringlah. Istirahatlan adonan selama 15 menit.

2. Dadar dengan wajan datar. Jumlah hasil jadi sesuai dengan ukuran wajan. Setiap akan mendadar, aduklah adonan supaya tidak terdapat endapan.

3. Penyelesaian, letakkan pisang pada kulit dadar, beri sedikit selai, keju dan susu kental manis. Lipat seperti melipat lumpia. Dadar kleting ungu siap dihidangkan.

Selamat mencoba yaaaa....

***




Monday, December 1, 2014

Time Management Order Besar (Part II)

Setelah hal-hal prinsip sudah disiapkan semua seperti pada tulisan sebelumnya, sekarang marilah kita masuk ke medan perang yang sesungguhnya. Dalam order ini untuk finishing touch (goreng, bungkus, packing) saya dibantu oleh team yang terdiri dari suami (syukur jadwal nyetirnya kosong), pengasuh anak saya dan iparnya yang bekerja saat saya tidak di rumah. Jadi setelah berangkat kantor pada Kamis dan Jumat, mereka berdua datang untuk bantu suami goreng dan packing kue.

Belanjaan bahan-bahan kering usahakan selesai  pada seminggu sebelumnya ya... Nah, kalau ada yang akan  dicicil dibekukan, pada H-7 biasanya sudah juga bisa dilakukan pembuatannya. Dalam hal ini perlu cek kapasitas pembeku (freezer) yang dimiliki. Pertimbangkan juga  antisipasi yang harus dilakukan jika terjadi wafat listrik. Ini jelas sangat beresiko untuk nasib cicilan kita. *ketokmejaamitamit. Saya menyimpan ice pack  di dalam freezer. Sebenarnya ice pack ini sisa-sisa perjuangan ASI eksklusif si genduk, ternyata berguna juga untuk tetap menjaga suhu di dalam freezer. Sempat beberapa kali terjadi mati  lampu tapi Alhamdulillah cicilan saya selamat.


Menu yang telah disepakati untuk order kali ini adalah :

Hari I, Pagi    : Fruit Pie, Bitterbalen Telur Puyuh, Talam Ebi, singkong balado
           Siang  : Choco Cake (filling blueberry), Puding Sutra buah, Tahu Fantasi (topping sosis), koro kulit

Hari II, Pagi  : Fruit Choux, Sosis Solo (large), Pie Ragout, kacang bandung
            Siang : Dadar Kleting Ungu, Double Decker Vla Choco, American Risol (smoke beef), koro balado

Saya melakukan last confirm pada jeng Erna hari Ahad (H-4). Alhamdulillah tetap, tidak ada perubahan. Sebelumnya, 12 - 13 Nop suami cinta sudah menyelesaikan tugas  belanja bahan keringnya. Belanja ini dilakukan bertahap karena bahan-bahan segar  tidak mungkin disimpan lama.

Sekarang, apa saja yang dilakukan untuk mencapai target?? Kerja kantoran sambil bikin kue memang repot ya. Tentu tidak mungkin saya cuti  kerja karena menyelesaikan orderan kue kan. Sampai dengan hari ini memang saya tidak pernah sampai cuti, meskipun kadang di kantor jadi sangat ngantuuuukkkkk.... (bobo siang pas istirahat dan perjalanan PP rumah-kantor alhamdulillah cukup membantu).
1. Rabu 12 Nop, maraton bikin kotak, bungkus camilan dan lipat tisu. Suami yang jadwalnya  belum kosong terpaksa nggak bisa full mengerjakan. Jadi malamnya sambil saya bantu juga.
2. Kamis  13 Nop pulang kantor jam 7 malam, lanjut bikin adonan pie, simpan di kulkas (pastikan adonan dibungkus rapat dengan plastik), trus tidur. Jumat dan Sabtunya buat pie dari adonan yang sudah disimpan di kulkas sebelumnya.
3. Sabtu15 Nop karena libur kantor jadi seharian semaleman bikin pie crust dan dipanggang matang. Setelah matang dan benar-benar  dingin, simpan dalam toples tertutup.
Ini dia cicilan di freezer
4. Ahad 16 Nop pagi saya ke pasar belanja kentang, wortel, ayam dan sebagian telur untuk mencicil sosis solo. Masukkan dalam plastik rapat dan bekukan dalam freezer. Jangan lupa lebihkan  jumlahnya biar  kalau ada yang rusak saat proses thawing dan goreng tetap ada cadangannya. Sekalian bikin Amris daging asap juga nih. Ebi untuk taburan Talam Ebi juga sudah saya bikin di hari Ahad ini.




Cake, bitterballen dan tahu siap goreng
5. Senin, 17 Nop subuh mulai siapkan bahan-bahan untuk cake, ditimbang dan disisihkan, jadi kalau pas mau bikin tinggal kocok aja. sisa kebutuhan bahan segar yang masih mungkin disimpan di kulkas mulai dibeli oleh suami hari Senin ini. Sepulang kantor 19.00wita saya langsung bikin cake. 7 lembar cake uk 25*30*2cm siap dan dibungkus rapat dengan plastic wrap, masukkan di wadah kedap udara dan simpan dalam kulkas. Menurut pengalaman, cake bisa tahan 2 minggu jika disimpan dengan cara seperti ini.

Choco cake dan Bitterballen

6. Selasa, 18 Nop, pulang kantor Mulai saya buat bitterballen dan tahu fantasi. Bitterballen yang telah dibentuk, dingin dan dibalur tepung panir disimpan dalam wadah kedap udara. Tahu fantasi yang telah dikukus matang didinginkan hingga suhu ruang, simpan dalam wadah tertutup kedap udara. Keduanya disimpan di dalam kulkas. Ini akan tahan sampai hari Kamis dini hari saat akan digoreng.

Talam Ebi
7. Rabu, 19 Nop, Vla vanila untuk hari Kamis dan Jumat mulai saya buat, dinginkan dan simpan dalam kulkas dalam keadaan sudah dibungkus dalam piping bag. Buah untuk puding dan fruit pie sudah selesai dipotong, simpan di kulkas.
Fruit Pie
Mulai menghias choco cake dengan simple syrup, BC dan selai bluberi serta dihias cokelat serut. Pk 23.00 bitterballen dikeluarkan dari kulkas,




Box Pagi Kamis
8. Kamis, 20 Nop, pukul 00.00 mulai goreng bitterballen. Sambil, mengadoni talam, pukul 3 talam ebi dan gorengan selesai, menunggu dingin, siap packing. Siap isi fruit pie, sambil rebus puding sutra. Suami bangun tidur langsung packing fruit pie dan tuang puding ke cup. Kulkas yang sudah kosong isinya diganti dengan puding sutra. Lanjut packing ke box untuk snack pagi. Sebelum berangkat kantor 06.45, saya keluarkan tahu dari kulkas, siap digoreng sekitap pukul 08.30 oleh team. Oder siap jemput pukul 09.00. Perjuangan team terus berlanjut untuk goreng dan packing kue sore yang diambil pukul 12.30.
Malam sepulang kantor langsng bikin kulit sus sambil bikin cake untuk double decker choco. Setelah dingin, lalu lanjut bikin kekurangan vla untuk fruit choux dan vla choco untuk doubledecker. Pukul 22.00 sosis solo dikeluarkan dari freezer, setelah suhu ruag lalu digoreng.

Puding Sutra Masih Polos
9. Jumat 21 Nop, dini hari sambil goreng sosis, bikin kulit dadar untuk dadar kleting ungu. Ragout sayur juga mulai dibikin, setelah hangat diisikan ke dalam kulit pie, sosis solo yang sudah dingin siap packing. Subuh isi sus dengan vla dan buah, siap masuk kotak. Sebelum berangkat kantor, keluarkan amris dari freezer, potong keju dan pisang rebus untuk diisikan ke kulit dadar. Finishing dan packing oeh tim berlanjut sampai order diambil.

10. Bersih-bersih rumah oleh team yang luar biasa hebatnya. Syukur ada yang bisa diajak kerjasama.
Box Siang Jumat

Pada hari terakhir sempat kalang kabut karena pagi dan siang jam pengambilannya berubah maju semua karena hari Jumat. Snack pagi diambil pukul 8 dan siang minta pukul 12.00 Alhamdulillah semua selesai dan Mbak Erna serta tamu-tamunya puas. Alhamdulillaaaahh....

***





Thursday, November 13, 2014

Tahu Fantasi



Suka makan tahu?? Pasti banyak yang akan menjawab suka dong ya....

Tahu adalah hasil olahan dari kacang kedelai yang cukup populer di Indonesia. Meskipun sebenarnya konon asalnya nun jauh dari Daratan Cina-semoga info ini betul.

Rasanya yang plain/tawar membuat tahu sangat mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Tekstur yang lembut juga menjadikannya bahan makanan yang tidak hanya cocok untuk dijadikan lauk teman makan nasi namun juga cemilan atau teman minum teh/kopi.

Di dapur kami, ada satu resep cemilan yang cukup banyak diminati oleh pada pelanggan setia yaitu tahu fantasi. Sangat mudah dibuat, banyak penggemarnya dan yang pasti bunyi yang timbul setelah tahu fantasi dihidangkanlah yang membuatnya semakin gurih. Krincing-krincing (bunyi duit ..... :p)

Tahu Fantasi
Resep : Afifah

Bahan:
3 buah tahu putih yang sedang besarnya (sekitar 5*6cm kalo ga salah)
50 gr wortel potong dadu kecil atau parut kasar
1 batang daun bawang iris halus
1 batang seledri iris halus
1 bt telur ayam
1/4 bt Bawang bombay cincang
3 bt Bawang merah cincang halus
1 bt Bawang putih cincang halus
Merica bubuk secukupnya
Pala Bubuk secukupnya
Garam secukupnya
6 bt telur puyuh, rebus, kupas
1 bt telur atau putih telur untuk menggoreng
Minyak goreng

Cara Membuat :
# Panaskan kukusan
# Haluskan tahu dengan ulekan, sampur semua bahan, masukkan telur, aduk rata.
# Cetak dalam cetakan cucing talam atau cetakan lainnya yang tahan api yang telah diolesi minyak (saya menggunakan cetakan sakura). Beri telu puyuh.
# Kukus sampai matang (sekitar 15 - 20 menit), angkat, keluarkan dari cetakan setelah kue dingin.
# Panskan wajan yang telah diisi minyak goreng. Kocok lepas telur / putih telur. Celupkan tahu, goreng dalam minyak dengan panas sedang hingga keemasan. Hidangkan dengan cabe rawit atau sambal instan.

Selamat mencoba ya...

***

Tuesday, November 11, 2014

Time Management Order Besar (Part I)

Jadi, One Week One Post tidak lagi bisa dilakukan dengan konsisten. Yeah right....!!! Posting terakhir 2 minggu yang lalu ya kayanya. Dan sekarang, sudah bingung mau nulis apa.

OK, akan share tentang orderan lumayan besar untuk snack box deh. Alhamdulillah dapat orderan yang super menantang, snack box untuk 90 orang, 2 kali sehari selama 2 hari. Isi snack box adalah 3 kue manis asin plus camilan, permen, tisu dan kerdusnya yang pasti. Total?? 360 boxes=1080 potong kue + 360 kantong camilan. Hiiiiyyyyyy..... kok saya jadi merinding sendiri bacanya.

Menyiapkan amanah yang demikian besarnya sungguh luar biasa bersyukur dan menuliskan ini di blog adalah sesuatu yang menyadarkan bahwa saya adalah tak lebih dari sekedar bakul pemula yang sangat amatir. Namun tak kuasa menolak pesanan dari Jeng Erna, pelanggan setia kue-kue saya sejak 2 tahun belakangan. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillahi Rabbil Alamiin...

Foto Puding Choco Vla dan Sutra
sedang semedi dalam kulkas
Kembali ke persiapan, saya dihubungi Jeng Erna hari Jumat, 6 Nopember '14 yang lalu, saya menjajikan akan segera mengirimkan menu yang bisa dipilih berdasarkan budget beliau. Keesokan harinya saya kirimkan list menu tersebut. Baru pada hari Senin beliau memberi jawaban dan memerlukan diskusi lebih lanjut. Baiklah, akhirnya disepakati apa saja yang akan disajikan untuk tanggal 20 - 21 Nopember nanti.

Apa saja ya yang harus dilakukan? Tentunya pertama adalah bersyukur pada Allah Yang Maha Kaya-Maha Baik. Ke dua, Pastikan kapasitas produksi dan sumber dana yang ada memadai untuk mengerjakan order tersebut. Hal ini harus dilakukan sebelum mengajukan penawaran atau mengikuti proses pitching yang diadakan oleh pelanggan.

Ke tiga setelah anggaran dan menu telah disepakati, ambil langkah kecil dengan mengidentifikasi resep yang akan digunakan dan bahan apa saja yang diperlukan. Sebelum berbelanja, data dulu keperluan semua resep dan asumsi harga yang diperlukan.
Talam Choco Pandan & Amris koleksi DN
 Pada order ini asumsi yang saya buat kayanya malah menunjukkan ada tanda-tanda tekor - keuntungan tipis (naudzubillahi mindzalik!!!), namun tidaklah seburuk itu. Karena keuntungan sebenarnya tidak hanya berbentuk finansial tapi juga berupa bahan baku yang tersisa dari pembelian yang sifatnya bulk (partai besar). Menentukan asumsi sangat penting terutama untuk bakul yang tidak selalu ada orderan. Sangat membantu untuk melakukan antisipasi atas perubahan harga di pasaran. Meski begitu, keuntungan dalam bentuk uang tunai tetep harus ya. Apalagi kebetulan orderan yang kali ini, pendanaannya dibantu oleh seorang teman - karena jumlahnya yang lumayan besar buat saya, dengan sharing profit. Jadi perhitungan harus diupayakan seakurat mungkin.

Puding Sutra & Puding Choco Vla Vanila DN
Ke empat mulai mencicil belanja bahan-bahan yang dapat disimpan misal bahan kering dan bahan awet seperti buah kaleng, sirup kemasan, plastik dll

 Ke lima mempersiapkan & packing makanan atau hal-hal yang bisa dicicil jauh hari. Biasanya seperti packing cemilan, permen dan tisu masuk ke box. Buat kulit pie dan makanan yang bisa dibekukan juga sudah mulai bisa dilakukan. Hari ini, 12 Nop adalah H-8, dan suami saya sudah berbelanja sebagian keperluan yang bisa disimpan seperti yang saya tulis sebelumnya Masih akan sambung lagi dalam dua atau tiga hari ke depan.

Ini tulisan pertama ya, selanjutnya di Part II akan dilaporkan segala kehebohan orderan spektakuler ini. Sampai ketemu ya....

***




Sunday, November 2, 2014

Let It Gooooooooooo.............


Lagi booming Frozen di mana-mana. Lha padahal filmnya aja udah lewat di bioskop, secara munculnya sebenarnya di 2013. Saya malah telat, baru nonton setelah tayang di HBO.

Yang ikutan naik pamor ya siapa lagi kalau bukan Demi Lovato.

Let It Go Lyrics

Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, Let it go
Turn my back and slam the door

The snow glows white on the mountain tonight
Not a footprint to be seen
A kingdom of isolation, and it looks like I'm the queen
The wind is howling like this swirling storm inside
Couldn't keep it in
Heaven knows I tried

Don't let them in, don't let them see
Be the good girl you always had to be
Conceal, don't feel, don't let them know
Well now they know

Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go
Turn my back and slam the door
And here I stand
And here I'll stay
Let it go, let it go
The cold never bothered me anyway

It's funny how some distance makes everything seem small
And the fears that once controlled me can't get to me at all
Up here in the cold thin air I finally can breathe
I know I left a life behind but I'm too relieved to grieve

Let it go, Let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, Let it go,
Turn my back and slam the door
And here I stand
And here I'll stay
Let it go, let it go
The cold never bothered me anyway

Standing - frozen in the life I've chosen
You won't find me, the past is so behind me
Buried in the snow

Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go,
Turn my back and slam the door
And here I stand
And here I'll stay
Let it go, let it go
The cold never bothered me anyway...

let it go, let it go
Let it go, let it go
***

Naaah sebenarnya ceritanya adalah tentang kakak beradik yang sangat bertolak belakang. Princess Elsa punya kemampuan membekukan sementara Princess Anna adalah pribadi yang sangat hangat. 

Saya sendiri tidak yakin sebenarnya apa yang menyebabkan Elsa mengutuk kerajaan yang semula adalah rumahnya itu menjadi beku (karena gak pernah nonton dari awal). Namun Anna yang berjuang untuk 'mencairkan' tempat tinggal mereka ini yang menurut saya menarik. Semangat dan keceriaannya mampu membawa energi positif.

Film yang menyenangkan untuk ditonton (mungkin saya akan nonton lagi dari awal sampai selesai).

##

Edit 23/12/14

Well, saya menawarkan film ini pada si genduk Asma pas dia lagi rewel. Sekali dia bete. Lama-lama dia selalu minta diputarkan film ini dan nonton asik banget sambil teriak-teriak nyanyi Let It Go.

Efek samping lainnya, selalu bilang "Ibu, aku mau dibeliin baju itu, kaya princess"
Ya ampyuuuuuunnnnnnnn....

Sunday, October 19, 2014

Sardine Puff : Pastel Renyah Super Enak

Kata saya ini sih kue pastel, tapi di neara tetangga biasa disebut karipap atau curry puff. Kemungkinan besar nama ini merujuk pada filling yang memang kebanyakan diisi dengan tumisan ayam atau daging berbumbu kari.

Sabtu kemarin Mama (Ibu dari mas cintakuwh) berencana singgah karena kebetulan ada acara di Pelaihari. Mas Khalid saat itu tidak ada di rumah-sampai hari ini belum juga pulang-mengawal tim softball nya ke Kalteng. Apa yang harus dihidangkan ya??? Akhirnya karena tidak ingin ribet dan kebetulan ada banyak daging sapi beku di kulkas, maka diputuskan untuk membuat semur. 

Camilannya apa yaaaa..... Belakangan sering blogwalking ke para blogger negara sebelah jadinya terhipnotis dengan si karipap ini. Resep yang dipilih saya ambil dari blog Kak Masithah yang sebenarnya juga menukil resep dari Kak Ros. Pendek cerita, menurut pengalaman setelah mencoba resep ini, pastrynya memang berbeda dengan resep pastel yang banyak beredar. Hasil resep yang ini kulit renyah dan rapuh berserpih. Super enak pokoknya. Saya isi dengan kentang & sardine. Pada kulit tidak saya ubah sama sekali, hanya saya tambahkan air karena terasa kering (mungkin perbedaan moisture pada tepungnya). Sisa yang belum digoreng saya bekukan, pagi tadi saya goreng sebagian dan dibawa ke kantor. Komen yang makan, "Kenapa bawanya cuma dikit siiihhh???" Hahahhaahaha

Mau coba buat sendiri?? Ini dia resepnya :

Karipap Ros Sedap

Untuk Pastry Rapuh
Bahan :
400 gram tepung gandum => Tepung protein sedang
1/2 cawan minyak => 1/2 cup minyak goreng (pakai cup penakar)
2 sudu besar marjerin => 2 sdm munjung margarin
1/2 cawan air sejuk ( letak kiub ais) => 3/4 air dingin dari kulkas atau pakai air ang dicampur es batu (sesuaikan dengan kelembaban tepung)
garam 

Isian 
By : Afifah

1 buah Bawang bombay cincang
3 siung bawang putih cincang
1 kaleng kecil sardine 
6 buah kentang kupas potong dadu kecil, rendam air
3 sdm saus tomat
2 sdm margarin
1 sdm gula pasir
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
2 sdm tepung terigu larutkan dengan sedikit air
air secukupnya

Cara membuat :
Kulit :
* Campur tepung, garam dan margarin. Aduk dengan tangan sampai berpasir. Panaskan minyak goreng, tuangkan dalam campuran tepung, aduk dengan sendok sampai tercampur rata.
* Tuang air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis dan adonan lembut. Buat bentuk bola besar, bungkus plastik. Istirahatkan adonan minimal 1 jam dalam kulkas. Saya membuat adonan ini pada Jumat malam, Sabtu pagi baru digilas.
* Gilas dengan rolling pin atau seperti saya menggunakan mesin penggiling mi. Gilas pada ketebalan 1 beberapa kali sampai mulus, lalu gilas pada ketebalan 6, potong bulat, isi dengan isian dan pilin pastel. Goreng dengan minyak banyak dan api kecil sampai matang kuning keemasan, siap dihidangkan.

Isian :
* Panaskan margarin dalam wajan, tumis bawang bombay sampai terlihat bening, masukkan bawang putih. Tambahkan kentang, tuang kuah sardine dalam kalen, tambahkan air, bumbui garam, gula, merica bubuk, sus tomat, masak sampai kentang mulai lunak. 
*Hancurkan sardine dengan garpu, masukkan dalam wajan, aduk rata, tuangi larutan terigu, aduk sampai mengental. Cicipi rasanya, pastikan sudah sesuai selera dan tidak ada jejak rasa tepung mentah. Angkat, biarkan dingin.
Untuk 52 buah pastel kecil

Catatan
1. Pembuatan kue yang satu ini lumayan mudah. Hanya saja pastikan bahan isian sudah betul-betul dingin sebelum diisikan ke kulitnya. Kalau tidak, kulit pastel akan robek dan mudah basi.
2. Untuk stok, pastel ini bisa dibekukan. Setelah dipilin rapi, susun pastel di wadah yang datar, masukkan freezer sekitar 1 - 2 jam sampai kulit luarnya mengeras, pindahkan ke plastik atau wadah kedap udara.
Sebelum dihidangkan, pastel langsung digoreng tanpa thawing. Ada sebagian lebih suka thawing (dilelehkan) sebelum digoreng, bisa juga dengan cara tersebut.

***




Chicken Mayo Choux (Sus Ayam Mayones

Variasi lain dari sus. Selain biasa dihidangkan manis baik dengan vla vanila maupun cokelat, sus juga enak disantap sebagai hidangan gurih. Resep yang satu ini cukup famous di dapur kami. 

Chicken Mayo Choux (Sus Ayam Mayones),
Oleh : Afifah

Bahan Sus :
200 cc air
100 gr Margarin / mentega
125 gr Tepung Protein Sedang (misal merk segitiga biru)
Sejumput garam (optional)

Bahan Isi:
250 gr ayam cincang
200 gr mayonaise
250 gr wortel potong dadu (kukus setengah matang)
3  buah jagung manis, sisir (kukus setengah matang)
3 siung bawang putih cincang halus
5 siung bawang merah cincang halus
1 buah bawang bombay cincang halus
2 sdm susu bubuk
1 sdt garam
1 sdm gula pasir
1/2 sdt merica
2 sdm maizena larutkan dengan sedikit air
Air secukupnya
Margarin untuk menumis

Cara Membuat : 
=> Rebus air, margarin dan garam sampai margarin larut, masukkan tepung terigu yang sudah diayak, aduk cepat sampai kalis. matikan api, tunggu hangat - dingin. Masukkan telur satu per satu sambil diaduk atau dimikser.
=> Dalam memasukkan telur, tunggu sampai semua terserap oleh adonan, baru tambahkan telur berikutnya. Berlaku untuk pengadukan menggunakan sendok kayu maupun mikser.
=> Semprotkan diatas loyang yang sudah disemir margarin, panggang sampai matang dalam oven, selama memanggang oven tidak boleh dibuka.
=> Setelah matang, keluarkan dari oven dan biarkan dingin. Belah tengah sus sampai putus lalu balik dan letakkan dalam posisi bertumpuk menyerupai mangkuk lalu isi dengan bahan isian. 
=> Untuk isian, panaskan margarin, tumis bawang bombay dan bawang merah sampai harum dan menjadi bening. Masukkan bawang putih, tumis harum, tambahkan daging ayam, aduk sampai ayam berubah warna, tuang air, masak sampai terserap dan ayam matang. 
=> Tambahkan wortel dan jagung, beri garam, merica, gula pasir, aduk rata. Tambahkan susu bubuk dan kentalkan dengan maizena. Setelah mengental tuang mayones, aduk rata sampai mengkilat an licin. Matikan api. Tunggu sampai benar-benar dingin sebelum diisikan ke sus. Hidangkan sebagai teman minum teh atau kopi.

***

Tuesday, October 14, 2014

Ayo Rajin Menulis !!!

Sebenarnya apa tujuan saya membuat blog?? Jawaban pertanyaan ini mudah sih. Pertama dan yang utama adalah supaya dibaca orang (narsis banget sih...) ke dua masih berkaitan, kalau banyak yang baca kan jualan jadi lareeezzz. heheehhehe..... Pada kenyataannya apa yang terjadi adalah semangat telah berubah dari semula berapi-api menggelora menjadi berair-air alias mengalir (akibat malas...).

Root cause kemalasan ini diantaranya menurut analisa saya terutama adalah malas. Halaaahh..... Alasannya macam-macam bisa sok sibuk, waktu gak ada, koneksi internet gak ada, foto gak ada, ide gak ada, duit gak ada. Hahahahahha.....

Kadang nulis capek-capek, sampe di blog gak ada satupun komen yang nyantol. Sediihhnyaaaaa gak dapet komen. Serasa udah kerja sebulan penuh tapi gak digaji. :(( Selama bertahun-tahun, baru satu komen yang ditinggalkan oleh pembaca blog saya di tulisan saya yang ini oleh Mbak Dinie Moelyadi. Gitu aja suueeeneengnya minta ampun macam kejatuhan bulan. 


Meski begitu, ini blog ternyata bukannya sepi pengunjung sebenarnya. Hanya memang mungkin banyak dari para pembaca yang memilih untuk menjadi silent reader ketimbang meninggalkan komen. Ataukah bisa jadi memang isi blog ini yang kurang menarik. Menghibur diri, saya lebih cenderung menilai blog ini memiliki jumlah silent reader yang lumayan. Terbukti jualan saya laku (teteeepp...) dengan konsumen yang tidak hanya dari kalangan sendiri alias teman kantor seperti yang selama ini telah menjadi pelanggan setia. Saya juga sempat beberapa kali mendapat telepon dari calon pelanggan yang meskipun gagal membeli tapi saya tetap berterimakasih karena mereka menyampaikan bahwa mendapat informasi dari blog dan kemudian menghubungi saya. Maka terbuktilah bahwa blog ini bukan tak berguna sama sekali. 

Tentang para calon pelanggan yang gagal membeli, sungguh perlu dibahas lebih lanjut di tulisan lain tentang mimpi-mimpi saya. Semua calon pelanggan itu memerlukan kue yang ready stock macam di toko-toko kue itu. Sayangnya saya tidak bisa memenuhi permintaan mendadak semacam itu karena memang itu diluar kemampuan saya yang memang tidak pernah berjualan langsung tanpa pemesanan sebelumnya. Selain juga karena saya masih bekerja kantoran.

Kembali ke judul, karena meski sepi tapi terbukti punya pengunjung, berarti blog ini tetap harus dimutakhirkan alias update. Maka, dengan diterbitkannya tulisan ini, saya bertekad meluncurkan program OWOP - One Week One Post. Semoga tekad ini tidak menguap. Seminggu minimal harus satu post/tulisan. Baik yang tentang hobi-hobi saya (termasuk juaan makanan) maupun tentang fenomena lain di keseharian saya yang meresahkan jiwa dan perlu segera dituangkan. Baeklah, semoga tekad ini membaja dan bisa konsisten dilakukan. Amiiiiinnnn.....

***

Tuesday, September 16, 2014

Yang Mulia Cream Puff

Sus atau choux, banyak orang yang pada usia dewasanya penasaran bagaimana cara membuatnya. Bukan sombong, tantangan baking yang ini sudah lama saya lewati, bahkan jauh sebelum saya bisa baking yang lain-lain. Bagi sebagian orang, cake jauh lebih mudah, sebaliknya menurut saya sus inilah yang super guampang bikinnya.

Saya belajar membuat sus dari almarhumah nenek pihak ayah (Alfatihah untuk Mbahti) pada saat masih kelas 2 SMP. Sampai sekarang sepertinya pelajaran itu tidak akan mungkin hilang. Sebagai pengingat, saya ke-nyos oven panas di tangan sebelah kiri dan sampai sekarang 18 tahun kemudian bekasnya tidak hilang. "Pokoke ndhuk, manggang sus oven-e ojo dibuka, sampe sus ilang busane". Ingat saya beliau lenggah di kursi makan sambil memberi aba-aba dan petuah demi kesuksesan sus perdana saya. Oven tak boleh dibuka sampai sus bebas busa, kering dan set. Itu mungkin adalah kursus hands on saya yang pertama.

Resep dari Mbahti Sleko* ini yang sampai sekarang saya catat dan saya pakai setiap kali saya membuat sus baik isi manis maupun asin. Bukan tidak pernah gagal, tapi saya lebih sering berhasil dengan resep ini. Belakangan setelah bergabung dengan milis Natural Cooking Club dan berguru melalui membaca dan banyak korespondensi disitu, bertambahlah ilmu bagaimana cara membuat kulit sus kokoh, cantik dan bervariasi. Diantaranya adalah penggunaan tepung protein tinggi, penambahan baking powder dan soda kue,  dan perubahan perbandingan penggunaan bahan cair (air dan telur). 

Semua (yang dalam jangkauan) sudah saya coba, namun tetap menurut saya resep Mbahti yang paling sesuai. Tepung protein tinggi akan membuat adonan shell lebih kokoh, jejak spuit tidak hilang saat dipanggang dan lebih cantik. Namun tepung protein sedang akan membuat sus lebih fluffy, seperti sus Mbahti ini.

Saya biasa mengisi sus sesuai keinginan hati atau sesuai request pelanggan. Sus bisa diisi dengan isian manis (custard/pastry cream) atau asin (mayo filling/ragout). Untuk yang manis biasanya saya isi cokelat atau vanila.

Ingin mencoba? Silakan...

Resep Dasar Sus
Oleh : Almh Siti Tisnoliyah (Mbahti Sleko)

Bahan :
200 cc air
100 gr Margarin / mentega
125 gr Tepung Protein Sedang (misal merk segitiga biru)
Sejumput garam (optional)

Membuat kulit sus : 
=> Rebus air, margarin dan garam sampai margarin larut, masukkan tepung terigu yang sudah diayak, aduk cepat sampai kalis. matikan api, tunggu hangat - dingin. Masukkan telur satu per satu sambil diaduk atau dimikser.
=> Dalam memasukkan telur, tunggu sampai semua terserap oleh adonan, baru tambahkan telur berikutnya. Berlaku untuk pengadukan menggunakan sendok kayu maupun mikser.
=> Semprotkan diatas loyang yang sudah disemir margarin, panggang sampai matang dalam oven, selama memanggang oven tidak boleh dibuka.
=> Setelah matang, keluarkan dari oven dan biarkan dingin. 


Choco Vla/Pastry Cream
Oleh : Afifah

Bahan:
600 cc susu segar (bisa diganti dengan 7 - 8 sdm susu bubuk yang dicairkan dengan air sampai mencapai 600cc)
125 gr gula pasir
15 gr cokelat bubuk kualitas bagus
4 - 5 sdm tepung maizena
3 bt kuning telur
100 gr Dark Compound Chocolate (DCC)
1sdt vanilla paste
Sejumput garam

Atau 

Vanilla Vla/Pastry Cream
Oleh : Afifah

Bahan:
600 cc susu segar (bisa diganti dengan 7 - 8 sdm susu bubuk yang dicairkan dengan air sampai mencapai 600cc)
125 gr gula pasir
4 - 5 sdm tepung maizena
3 bt kuning telur
1sdt vanilla paste
Sejumput garam

Cara membuat:
=> Dalam mangkuk, aduk rata 50cc susu, maizena dan kuning telur. Sisihkan.
=> Dalam panci, campur gula pasir, garam dan susu, aduk, jerang diatas api. Tunggu sampai muncul buih kecil di pinggiran panci, masukkan campuran kuning telur dan maizena. Masak hingga mendidih (meletup) sambil diaduk cepat. Angkat dari api, rendam panci dalam baskom berisi air dingin sambil sesekali terus diaduk supaya vla/pastry cream set dan smooth (tidak berkulit). Setelah hangat, masukkan vanilla paste.
=> Untuk yang cokelat langkah mirip, bedanya aduk gula pasir dan cokelat bubuk yang telah diayak sampai tercampur rata, baru tuangi dengan susu. DCC dimasukkan paling akhir setelah semua mendidih. Langkah lainny sama dengan membuat yang vanilla.
=> Pastry cream yang sudah dingin (suhu ruang) masukkan dalam piping bag atau kantong plastik lalu dinginkan dalam kulkas minimal 1 malam supaya stabil dan lebih nyusss...

Shell kue sus akan lebih menarik tampilannya jika dicelup dengan lelehan white atau dark chocolate. Dijamin enak!!

Afifah

*Mbahti / Mbah Putri = Panggilan untuk nenek dalam bahasa Jawa. 
**Sleko=nama tempat di Madiun, lokasi rumah nenek saya   

Jenuhku Jenuhmu Juga

Bosaaaaannnn......&%$#)@!!!

Belakangan terngiang pertanyaan seorang kawan di kantor,
"Merasa jenuh nggak?"
Lalu saya jawab, "Apa nih maksud pertanyaannya? Hanya bertanya, konfirmasi atau cari teman sesama penderita jenuh?" Kawan saya itu tergelak-gelak.
Bingung juga mau jawab apa. Kalau jawab iya kok agak rikuh. Sementara jawab tidak tentu adalah sebuah kebohongan, karena sekarang pun sedang jenuh, *lapjidatjenong.

Buat yang suka bikin teh atau sirup, tentu sering menyaksikan ada butiran gula atau sirup yang tetap mengendap tidak larut di bagian bawah gelas. Endapan itulah yang menjadi indikasi bahwa air dalam gelas itu sudah jenuh dan tak mampu lagi melarutkan gula/sirup. Menurut saya, ini adalah perumpamaan yang paling tepat untuk menggambarkan jalannya hidup kita. Kalau sudah jenuh, mau diaduk selama apapun tetap tidak akan blend-in alias matigaya lah kita.

Efek jenuh yang berujung pada matigaya nih bisa bermacam-macam. Jika terjadi dalam rumah tangga bisa fatal. Suhu bisa menurun drastis dan akhirnya menjadi hipotermia *gak nyambung. Jika terjadi pada pekerjaan, matigaya ini bisa bikin matiotak dan akhirnya matikarir. Ini sih sebenarnya pikiran lebay saya saja.

Gimana cara melepaskan diri dari kejenuhan?



1. Masak atau baking dan makan yang huweeeenaaak. It works for me. Lebih-lebih kalau makanannya dibagikan ke teman atau orang-orang terdekat dan mereka sampe menitikkan air mata saking enaknya (atau malah saking gak enaknya???). Sungguh sangat menghibur buanget! No wonder saya segendut ini ya >_<





2. Luangkan waktu bersama orang-orang terkasih. Tanpa stress tentunya. Terkadang (atau malah sering) buat saya pribadi ketika sedang bersama si gendhuk- Asma membuat saya tertekan karena tingkah polah lucunya yang tidak jarang berubah jadi menjengkelkan atau lebih tepatnya mengkhawatirkan. Misalnya pas dia GTM alias gak mau makan, atau ketika dia ngantuk tapi gak mau tidur karena keasikan bermain. Sering juga dia tantrum di tempat umum. Soal yang ini masih perlu mencari jalan keluar lebih bagus. Tentang GTM kadang bisa berlangsung beberapa hari bahkan bisa semakin parah ketika kami sedang travelling atau menginap di hotel atau rumah ortu. Solusinya (yang sebenarnya bukan solusi) beri minum air putih dan susu dalam jumlah cukup - karena kalau sedang begini dia maunya cuma minum yang aneh-aneh macam minuman teh atau jus buah dalam kemasan. Trus, berikan makanan apapun yang mau dimakan oleh si gendhuk misal roti, mi, bubur ayam, cake, dll. Terutama dan yang paling penting, emaknya gendhuk harus lebih bisa atur emosi, karena kalau tidak, bukannya fresh malah jadi bruwet setelah agenda jalan-jalan selesai.

3. Find your own happiness through your passion. Buat saya, nonton film, membaca novel dan jalan-jalan adalah yang terbaik selain memasak dan memakan segalanya. Disebut jalan-jalan karena sebenarnya bukan dengan menempuh jarak yang sangat jauh, jadi kalau mau tulis travelling kok gak cocok, hahahahha.... Si gendhuk sudah mulai tertular kebiasaan kami ini. Saya dan suami sering banget bahkan hampir tiap hari, melakukan tindakan makar atas himbauan pemerintah untuk menghemat BBM. Berliter-liter besin habis hanya untuk mengitari kota Pelaihari, Martapura, Banjarbaru dan Banjarmasin. Kecuali Banjarmasin, di tiga kota yang disebut pertama itu kami sering sekali keluar masuk kampung, menyusuri jalan kecil, tepian sungai berkendara melepas penat dan menghirup udara segar tanpa tujuan yang jelas. Entah apalah jadinya jika bensin jadi naik harga. Sepulang ke rumah, tumpukan film lama, drama seri maupun novel-novel favorit siap menanti untuk ditengok. Hasilnya, suami dan anak dicuekin. Huufft mesakake ^_^!


Tidak jarang, setelah mengerahkan semua daya dan upaya, tetap saja merasa malas ketika akan kembali ke kehidupan nyata (kantor, motherhood stuff, family stuff, marriage stuff, dsb). Tata hati sebaik-baiknya, karena yang diperlukan sebenarnya hanyalah akal sehat, kewarasan berpikir untuk selalu mengatur prioritas dan mencapai tujuan yang diidamkan, apapun itu.

However, kejenuhan memang suatu keniscayaan. Namun bagaimana cara menyiasatinya, itulah yang terpenting. Berwarnanya hari-hari kita sungguh bergantung padanya. Kalau anda?

Afifah

*Ngopi sambil makan CAKE =I Will Survive=

=> I Will Survive, song by Cake



Tuesday, August 19, 2014

Badai Red Velvet Cupcakes

One satisfied customer leads to other customer (s). The order came in from a reader of this blog (surprisingly, someone Google a baker and stumble on mine).  I made her aunt a set of nine Red Velvet Cupcakes for a gift. And her order led more order from her aunt, yippieee....

You know what, this red ones is super delicious, topped with super creamy homemade cream cheese frosting. Not to forget super cute tiny heart shaped fondant.

When I said homemade i mean I really made the cream cheese on my own instead of store bought. 

You still can have the store bought though. 



Thank you thank you for the orders dr. Lita & and Ibu Eko.

*Afifah*


Will You Eat Me??

Cake super cute berbentuk jewelry box (ring particularly). Dipesan dengan menyertakan foto tapi warna dan ulisan minta diubah. Sungguh cake yang penuh tantangan.


 

Thursday, July 17, 2014

Kangen Madiun - Bikin Jenang Grendul Aja


Bertambah umur dan semakin jauh perjalanan yang ditempuh ternyata membuat kangen masa-masa waktu masih di rumah Madiun dulu. Salah satu yang dikangei ya ini dia, bubur candil atau di Madiun biasa dikenal dengan Jenang Grendul. Rumah Madiun yang terletak di Jalan Punthuk dulu kerap disinggahi oleh banyak penjaja makanan. Favorit saya adalah sate laler (not literally lalat lho) dan aneka bubur. 

Rumah kami waktu itu sebelum direnovasi, membuat tukang jajanan termasuk bubur ini harus berjalan masuk sebuah lorong dan menemukan halamannya. Biasanya si ibu akan duduk diatas dingklik kecil di bawah pohon belimbing bintang dan menyajikan buburnya dalam mangkok gambar ayam jago atau dalam pincuk daun pisang lengkap dengan suru (sendok terbuat dari daun pisang dipotong memanjang lalu dilipat). Saya dan Ahaddin adik saya selalu berebut minta langitan-lapisan bagian teratas yang timbul ketika bubur sumsum telah dingin (mirip seperti vla yang tidak diaduk dalam proses pendinginannya).

Selain bubur sumsum, ibu itu juga membawa jenang ketan ireng (bubur ketan hitam), jenang mutiara dan jenang grendul ini. Demi nostalgia, saya mencoba membuatnya sendiri karena di Kalimantan tempat saya tinggal saat ini tentunya tak ada yang menjual bubur unik ini. Semua pakai kira-kira, maaf ya... Diuji ulang dengan gramasi.

Jenang Grendul
by Afifah

Bahan Grendul :
200 gr Tepung Ketan Putih
175 ml - 200 ml Air(tergantung kadar air tepung)

Bahan Jenang:
250 gr Gula Merah
50 gr Gula Putih
Daun Pandan
Sejumput garam
100 gr Tepung tapioka/sagu (larutkan dengan air)
1lt Air

Saus Santan, didihkan sambil diaduk jangan sampai pecah :
500 ml Santan sedang
Garam
Daun pandan


Cara membuat:
Grendul : Campur semua bahan, tuang air pelahan-lahan sampai adonan bisa dipulung (air tidak perlu dihabiskan jika sudah bisa dipulung). Bulatkan kecil-kecil. rebus bulatan dalam air gula yang telah disaring sampai mengapung dan matang sempurna.

Jenang: Rebus air, gula merah, putih, pandan dan garam sampai mendidih, saring untuk menghilangkan kotoran. Masukkan lagi dalam panci, masukkan bulatan grendul, masak sampai mengapung. Tuangi tepung tapioka/sagu yang telah dilarutkan dengan air, aduk rata. Atur kekentalannya, tekstur seperti lem. Masak sampai meletup. Angkat. Hidangkan dengan saus santan.

***



 

Freshly Baked 'No Yeast' Pizza

Jalan-jalan ke beberapa blog karena entah kenapa belakangan ini puengeeeeennnnn buanget makan pizza. Sayangnya tukang pizza sungguh jauh dari hadapan. Artinya harus bikin sendiri. Pas ke supemarket, ada mozarella dan paprika ijo trus dibeli dengan harapan akan hilang malasnya dan mau bikin pizza sendiri.

Tapi oh tapi, membayangkan ngulenin adonan pizza dough-nya bukannya semangat tapi malah tambah malassssssss....... Akhirnya ketemu dengan blog ini yang mengulas tentang segala pizza yang gampang dibuat, termasuk salah satu resep yang mengakomodir kemalasan saya. Pizza dough tanpa yeast/ragi. Akhirnya terinspirasi dari sana, saya bikin yang ala saya sendiri dan hasilnya uuueeennnaaaaakkkkkkk.

Tapi Bapaknya Asma protes kenapa pizzanya agak keras/liat pas sudah dingin. Saya pikir mungkin karena saya menggilasnya terlalu tipis, karena ketika baru keluar oven dianya renyah sekali macam crackers. Semestinya saus toppingnya pun dibuat dengan lebih serius ala bolognaise, tapi karena tengah malam buta, ketimbun nastar dan lagi malas, sudahlah pakai saus tomat aja. Ini dia resep ala saya dengan bahan seadanya.

 No Yeast Pizza by Afifah
Bahan:
1 cup Tepung Terigu protein sedang
1.5 sdt baking powder (double acting)
1.5 sdt garam halus
2 - 3 sdm minyak goreng (aslinya olive oil)
1/4 cup air

Topping:
3 sdm saus tomat aduk dengan 1/2 sdt oregano
1/4 buah bawang bombay cincang
1/4 buah paprika cincang
1 buah jagung manis, sisir
2 buah sosis, potong melintang tipis
Cheddar & Mozarella cheese parut secukupnya


Cara membuat :

1. Campur tepung, garam dan baking powder, aduk rata. Masukkan minyak goreng, aduk sampai berpasir.Masukkan air sedikit-demi sedikit. Uleni sampai kalis, diamkan 10 menit.
2. Bagi adonan menjadi 7 tata di loyang, gilas tipis tusuk-tusuk dengan garpu.
3. Olesi dengan saus tomat, taburi dengan bahan topping, terakhir tabur cheddar dan mozarella parut.
4. Panggang dalam oven 150 derajat sampai matang dan keju meleleh kecoklatan. Sajikan.

Pizza ini hasilnya renyah seperti crackers karena saya menggilasnya terlalu tipis, meski tetep enak aja. Hehehehhe..... Dini hari tadi dimakan berdua si Bapak buat sahur. Batch pertama memang sangat crunchy, tapi keika dingin memang betul apa kata Bapak, macam bergulat dalam mulut. So, catatan saya tentang resep ini "

1. Need more moisture. Sepertinya saya kurang menambahkan air.
2. Need more thick, karena pada bagian yang digilas agak tebal, teksturnya mirip roti.
3. Need to have some more karena saranya ennnaaaakkkkkk.......

Akan disempurnakan lagi terutama teksturnya. Janji nanti dimutakhirkan (update) deh artikel ini, atas ijin Allah For now, puas dengan pizzanya.

***
Afifah

Tuesday, July 1, 2014

Price List of Cookies 2014, Re sellers are Welcomed

Enclosed the updated cookies price list.


We do open our doors for re sellers. So please do not hesitate to contact for placing your orders here 081351313792.

Place your orders not later that July 15, 2014. 



Kue Kering "Ghaida' Cookies" 2014

Nastar Nanas
Finest ingredients only. Tagline ini yang berusaha kami jadikan pedoman dalam setiap langkah produksi dapur kami. Lha kalo sendirinya aja gak mau makan, masa iya mau dijual ke orang lain??!!

Begitu pula kue kering yang kami siapkan untuk menyambut Ramadhan dan Lebaran kali ini. Ghaida' Cookies sebagai label tahun ini menambahkan Nastar Cokelat dan Nastar Nanas dalam list.

Selain itu sama dengan tahun lalu, masih tetap tersaji Putri Salju (Original / Mede), Bluberry Thumbprint, Kaastengels, Cornflakes Cookies dan Lidah Kucing. Semua kue tersedia dalam ukuran toples Large dan Small (Kecuali Lidah Kucing).

Kami menggunakan bahan-bahan yang insyaAllah terjamin kehalalannya dan hanya memproduksi sesuai pesanan. Order kami tunggu sampai dengan 15 July 2014 untuk diambil pada maksimum 25 July 2014 (Wilayah Pelaihari dan sekitarnya bebas ongkir).

=> Call for order 081351313792.



Sambel Bajak Teri

Hari ini tanggal 3 Ramadhan 1435 H. Bulan Ramadhan memang selalu seru. Memperkaya hati dengan berpuasa, mengasah kepekaan batin dan terus beribadah demi meraih kemenangan pada 1 Sayawal nanti.

Meski begitu, terkadang puasa menyisakan sedikit rasa malas saat harus menyiapkan santapan sahur terutama untuk pada ibu yang berkarir. Dapur Naila kali ini menghadirkan pilihan lauk bersantap sahur yang praktis, Sambal Bajak Teri.


Dibuat dari bahan-bahan segar pilihan dengan resep Ibu menjadikan sambal ini sedap, nikmat sekaligus tahan lama meski tanpa bahan pengawet. Tahan selama 5 hari di suhu ruang. Jika ingin lebih lama, silakan simpan di lemari es, atau bisa juga dipanasi dengan cara ditumis dengan sedikit minyak.

Kemasan 125gr, silakan hubungi 081351313792 untuk pemesanan.

Selama menunaikan ibadah puasa. 

Friday, June 13, 2014

Talam Choco Pandan

Salah satu menu terbaru di dapur kami, talam choco pandan. Ini sebenarnya resep Mbak Firlia Rury. Ini dia linknya.

Percaya atau tidak, talam ini ueeenaaaakkkk saat masih hangat, karena ada potongan cokelat di tengahnya yang meleleh saat digigit. Setelah dingin tetap ueeeennnaaaaakkkk...... Terimakasih Mbak Firlia untuk resepnya.

Yang Tak Sempat Diunggah

Belakangan ada beberapa pesanan kue ultah. Alhamdulillah sudah mulai banyak yang mengenal kue-kue dari dapur kami. Malahan ada beberapa calon kastamer yang menelpon menanyakan melalui telepon setelah berkunjung ke blog ini apakah kami menyediakan kue ultah ready stock. Namun sayangnya karena selalu membuat kue sesuai pesanan, kami juga tidak memiliki toko fisik sehingga tidak ada kue ready stock.

Diantara kue-kue pesanan, berikut yang sempat terjepret.




Diantaranya ada pandan white forest yang beberapa kali menjadi pilihan base cake para pemesan kami. kue yang satu ini memang sebenarnya jenis slice cake, jadi kuenya cukup tipis (hanya sekitar 2 cm). Biasanya kue ukuran 30*30 ini dipotong ukuran 3*3cm untuk isin snack box. Tapi karena rasanya enak dan harganya cukup terjangkau, kue ini cukup banyak peminatnya untuk dijadikan base cake. 





Thursday, April 3, 2014

Menghentikan Mimpi, Mungkinkah?

Pernah bermimpi? Bisa dipastikan jawabannya adalah "Ya" bukan? Mimpi menurut Wikipedia adalah "Successions of imagesideasemotions, and sensations that occur subconsciously in the mind during certain stages of sleep.[1] The content and purpose of dreams are not definitively understood, though they have been a topic of scientific speculation and a subject of philosophical and religious interest throughout recorded history. Atau kira-kira seperti ini "Kilasan gambaran, ide-pemikiran, emosi-perasaan dan sensasi yang muncul secara tidak disadari dalam pikiran selama waktu tertentu dalam tidur. Isi dan tujuan sebuah mimpi tidak dapat secara jelas dimengerti, meskipun sepanjang sejarah telah menjadi topik spekulasi keilmuan dan subyek dari 
filosofi dan kepercayaan. Jika ditarik kesimpulan, mimpi adalah sesuatu yang tidak nyata yang kita alami saat kita sedang tidur. Namun, jika dipahami dari terjemahan yang lebih bebas (setidaknya versi saya), mimpi adalah sesuatu yang ingin diraih oleh seseorang atau singkatnya mimpi ini adalah cita-cita. Semua orang tentunya sama, punya cita-cita atau mimpi, tak terkecuali saya. Pembedanya hanyalah apakah mimpi itu tercapai atau tidak. 

Sampai saat ini saya masih bingung sebenarnya cita-cita saya apa. Selalu berubah-ubah sesuai dengan khasanah sosial keilmuan yang saya gauli saat itu (*pletaakkk*). Waktu kecil sekitar umur 10 - 14 tahunan (akhir SD sampai awal SMP) saya puengeeenn buanget jadi jurnalis sebagaimana ayah saya. Tak terhitung banyaknya kecerobohan yang saya lakukan di jalan raya karena mengayuh sepeda sambil meliuk-liuk di antara becak, sepeda dan kendaraan-kendaraan lain sambil membayangkan bahwa diri saya adalah seorang jurnalis cantik yang penuh energi dan mampu menembus tantangan. Sekian tahun berselang ketika saya benar-benar masuk ke dunia jurnalistik dan mencicipi sedikit kelezatan tantangan di dalamnya, toh pada akhirnya saya memilih meninggalkan dunia itu juga. Suatu saat mungkin saya kembali, tapi perlu alasan yang cukup kuat untuk itu sepertinya.

Akhir SMP lagi getol ikutan drumband trus jelaslah, pengen jadi photo model dan stockmajor aliar mayorette yang mimpin drumband itu lhoo... Jalan lenggak-lenggok pake sepatu boot selutut, rok ekstra pendek dan makeup full di salon. Tapi pasti impian ini nggak terwujud dong. Meskipun badan saya cukup tinggi, tapi sadar diri aja lah kalo muka saya gak cantik dan jadi mayorette itu syaratnya harus cantik (menurut guru saya syarat jadi mayorette dan pasukan penari adalah cantik dan berkulit putih). Pernah maksa ortu buat tandatangan form persetujuan untuk ikut lomba covergirl di sebuah majalah dan membayar biaya foto di studio. Gak tanggung-tanggung saya mencoba sampai 2 kali. Jangankan jadi finalis, lha masuk semi final aja nggak jehh. Kayanya emang musti sadar kalau saya harus mengaktualisasikan potensi saya yang lain selain kecantikan. hahahahhaah....   

SMA, pengen jadi aktris karna sedang terobsesi ekskul teater. Pada kenyataannya, setelah terpilih menjadi pemeran utama dalam suatu drama, mas-mas yang ngajar teater memutuskan untuk menggantikan saya dengan seorang teman yang dianggap lebih berkompeten (dengan kata lain, akting saya mengecewakan mereka). Saya cuma dapat peran kecil sebagai seorang mantri. Guess what?? The spotlight goes to..... ya temen saya yang pemeran utama itu lah!! Hahahahahha..... Matter of fact, saya tidak kecewa karena tenyata dalam peran saya yang kecil itu, si mas pelatih saya menyatakan bahwa saya main sangat bagus di luar ekspektasinya dan menyesalkan  kenapa saya tidak sebagus itu saat masa produksi dan akhirnya terpaksa diganti. Well, mungkin si mas hanya tidak sabar saja karena saya memang orangnya lenjeh manja dan took time to go deep into the character. Again, saya juga sempat tampil baca puisi yang again menuai pujian. Pas kelas 3 SMA, saya sering 'dibawa' guru ikutan kunjungan ke sekolah lain dan baca puisi di sana. Bahkan di awal kuliah tahun 2002 sampai jadi juara 1 lomba baca puisi se Jogja gitu dueh.... Berasa jadi Dian Sastro gitchuuuu.  Pialanya lombanya ancur pas Gempa Jogja tahun 2006, sedangkan piagamnya nggak dikasih sama panitianya sampai saya lulus kuliah, piagam saya kembalikan karena gak ada tulisan Juara I nya (tuuhhh kan... saya memang lenjeh :D). Lesson learnt : I have my own spotlight though, digantikan atau tidak oleh si mas pelatih teater, saya tetap punya bakat dan 'brightness' saya sendiri.

Masih di masa kuliah, saya mulai punya mimpi-mimpi lain yang ingin saya wujudkan. Sebagian terwujud dan lebih buanyak lagi yang tidak. Saya ingin bekerja sebagai seorang diplomat yang akhirnya membawa saya naik kereta ekonomi Jogja - Jakarta untuk ikutan tes CPNS Deplu sampai tahap 2, hasilnya gak lulus *kecut*. Saya pengen jadi wanita karier yang sukses, menikah dengan pria super sukses, punya banyak kekayaan dan berpendidikan baik. Saya pengen lanjut S2 di luar negeri, memegang posisi penting di kantor. Punya anak-anak yang cerdas dan cakep-cakep. Sekarang cek pencapaian :
Karier : Saya bekerja di sebuah perusahaan asing. Karier saya sukses atau tidak?? relatif lah itu.
Menikah : Pria yang saya nikahi sangat baik, sabar dan mau memahami saya. Masih sedang dalam tahap mengusahakan kondisi super sukses yang dicita-citakan, termasuk kekayaan dan pendidikan yang baik.
Anak : Alhamdulillah atas rahmat NYA saya punya satu orang anak sekarang usianya 2 tahun yang sehat, cukup cerdas, agak galak dan lumayan cantik. Semoga dia akan menjdi anak yang mulia kehiduman dunia dan akhiratnya. Amin.
S2 di luar negeri : entahlah. Saat ini yang tersisa hanya rasa iri melihat teman-teman yang bisa sekolah di luar negeri. Usaha saya kurang kuat kali ya....

Ada rasa menyesal jika saya menengok ke belakang, ke masa lalu saya yang sya nilai sangat tidak poduktif. Sungguh benar sekali bahwa kita sekarang adalah hasil dari kita kemarin dan kita esok adalah hasil dari kita hari ini. 

Sekarang, mimpi saya tentang kehidupan adalah saya sangat ingin membahagiakan semua orang yang ada di sekitar saya, mengaktualisasikan seluruh potensi yang tersisa di diri saya. Misalnya, pengen punya coffee & pastry house, pengen punya buanyak uang untuk liburan ke luar negeri, pengen punya segalanya yang belum dimiliki sekarang. Apakah mungkin saya mampu menghentikan mimpi-mimpi saya? Mungkin saja, dan itu sangat mudah. Tapi, saya memilih untuk tidak berhenti, saya akan terus bermimpi dan berusaha mewujudkannya. What about You??