Showing posts with label Makanan. Show all posts
Showing posts with label Makanan. Show all posts

Tuesday, March 21, 2017

Sponge Cake Tape

Suka tape singkong? Pasti jawabannya beragam ya. Ada yang suka dan ada yang tidak. Menurut saya, tape punya rasa yang unik perpaduan antara rasa manis dan asam yang khas dan tekstur yang lembek. Saya sendiri lebih suka tape yang kering pulen dibanding yang terlalu lembek. Kemungkinan besar rasa dan tekstur tape sangat bergantung pada jenis singkong yang digunakan.

Tentang tape ini, beberapa kali saya mendapat pesanan bolu tape. Terakhir ada pesanan yang masuk dan meminta tanpa keju. Akhirnya jadilah Sponge Cake Tape polosan ini. Supaya tidak terlalu polos saya taburkan kismis di atas cakenya. Jangan berharap tekstur kue yang padat macam prol tape atau butter cake ya, yang ini lembut ringan dan berpori, selayaknya sponge cake dengan aroma tape yang tipis saja.

Sponge Cake Tape

Resep Asli : Dewi Anwar
Modif oleh : Afifah Zabarij

Bahan-bahan :
5 butir Telur Ayam
140 gr Gula Pasir
250 gr Tape Singkong Manis (saring hilangkan seratnya)
30 ml Minyak Goreng (boleh Minyak Jagung)
100 ml Santan Kental atau Susu Cair
125 gr Tepung Terigu Serbaguna
50 gr Kismis untuk taburan

Cara Membuat :

  1. Panaskan oven, oles dasar loyang menggunakan margarin, sisihkan. 
  2. Campur tape halus dengan minyak dan santan, aduk rata.
  3. Kocok telur dan gula pasir sampai kental berjejak, masukkan tepung, aduk dengan kecepatan paling rendah sampai rata. Masukkan campuran tape, aduk rata tuang ke loyang, hentakkan untuk menghilangkan gelembung udara. Taburi kismis. 
  4. Panggang sampai matang di oven 180 derajat celcius kurang lebih 25 menit. Keluarkan loyang, hentakkan supaya penyusutan berhenti. Tunggu hangat, keluarkan dari loyang. Kue siap dihidangkan.
Kali ini saya menggunakan Wonder Pan merk Bima yang saya masukkan ke Oven Tangkring saya sehingga cake mengembang sempurna. Saya sudah pernah mencoba meng-oven dengan wonderpan langsung di atas kompor dan hasilnya gosong serta tidak maksimal mengembangnya.

Selamat mencoba ya... 
Pelaihari Kalsel dan sekitarnya pemesanan silakan hubungi 081351313792 (Dapurnaila-Afifah)
***

Talam Gurih Tabur Ayam

Di dunia perkue-an, kue talam tentu sangat populer. Sebagai kue khas Indonesia, meski saya tidak tahu dari mana asalnya, namun rasanya sangat akrab di lidah. Jenisnya pun macam-macam meski talam manis jauh lebih populer daripada jenis yang gurih. Varian manis sangat luas rentangnya dari mulai talam ubi yang paling populer sampai talam labu, talam jagung dan talam coklat. Ada juga yang sempat booming yakni talam mahkota yang cantik jelita. Menurut saya talam yang ini super ribet bikinnya karena selain adonan talam harus bikin adonan kue mangkok untuk mahkotanya.
Talam Mahkota (foto diambil dari sini)

Naah, kali ini yang ingin saya perkenalkan adalah talam gurih. Jenis ini yang paling sering ditemui adalah yang toppingnya berupa abon-abon an semisal talam tabur abon ebi, abon ayam maupun abon sapi. Namun ternyata talam dengan taburan ayam juga sedap lho. Ingin membuat sendiripun caranya sangat mudah. Di negeri tetangga kita, Malaysia, kue semacam ini dikenal dengan nama Talam Berlauk namun menggunakan tepung terigu dan telur dalam pembuatannya. Untuk yang ini saya tetap menggunakan tepung beras dan tapioka (kanji) sehingga tetap memiliki ciri khas talam Indonesia, dan tapioka dalam adonan membuat kue menjadi kenyal namun tetap lembut meski sudah dingin.


Talam Gurih Tabur Ayam 
Oleh : Afifah Zabarij
Hasil : 24 potong

Bahan-bahan:
Talam
200 gr Tepung Beras Putih
100 gr Tepung Tapioka
2 sdm Gula Pasir
2 sdt Garam
200 ml Santan Instan
800 ml Air

Tumisan Ayam
300 gr Daging Ayam cincang
50 gr Bawang Merah iris tipis
30 gr Bawang Putih iris tipis
50 gr Cabe Merah iris tipis
Seledri iris tipis
2 sdm Gula Pasir
2 sdt Garam
1/2 sdt Merica Bubuk
3 sdm Minyak Goreng
100 cc Air

Cara Membuat:
  1. Tumisan ayam: Goreng bawang putih dan bawang merah sampai garing seperti membuat bawang goreng, sisihkan. Kurangi minyak goreng, tumis irisan cabe merah sampai layu dan harum. Masukkan daging ayam cincang, aduk-aduk sampai berubah warna, masukkan air dan bumbui dengan bawang goreng, gula garam dan merica bubuk, tunggu sampai air habis, cicip rasanya. Terakhir masukkan seledri, aduk rata dan matikan api. Sisihkan. Isian yang sudah dingin suhu ruang dapat disimpan dalam lemari es agar tahan lama.
  2. Panaskan kukusan, oles minyak di cetakan yang akan digunakan.
  3. Talam : Campur santan, air, gula pasir dan garam. Panaskan di atas kompor hingga hangat sambil diaduk sampai gula larut. Matikan api. Masukkan santan hangat ke dalam campuran tepung beras dan tapioka. Aduk rata sampai licin dan tidak ada gumpalan lalu saring. Sisihkan 2 sendok sayur adonan untuk merekatkan isian nanti.
  4. Aduk adonan talam, tuang ke cetakan sampai hampir penuh. Kukus selama 15 menit. Taburi ayam, tetesi dengan adonan yang sudah disisihkan tadi, kukus lagi selama 15 menit sampai matang. 
  5. Setelah 15 menit, angkat dari kukusan, biarkan sampai talam hangat, keluarkan perlahan dari cetakan dengan bantuan tusuk sate. Talam siap dihidangkan.
Catatan :
=> Pada saat merebus santan tidak perlu sampai mendidih, cukup sampai hangat saja. Saat mencampurkannya ke dalam tepung juga pada saat santan sudah hangat hampir dingin agat tepung tidak menggumpal dan matang.
=> Ingat, selalu aduk rata adonan talam sebelum menuang ke cetakan agar tidak ada endapan, kue akan menjadi keras bagian bawahnya jika tidak diaduk sebelum dicetak. Adonan juga harus disaring agar bersih dan licin serta tidak ada gumpalan tepung.

Selamat Mencoba Ya...
***






Tuesday, September 3, 2013

Tumpeng Nasi Kuning "Sepasang Sepatu"

Ternyata bikin tumpeng itu guampaaannnggg..... Tapi kalo disepelekan, jadinya susaaaahhhh... hehehehhe.... Pengalaman seru bikin tumpeng perdana pesanan Bapak-bapak yang tergabung di tim "Sepasang Sepatu" dari Pelaihari. Tumpeng ini dipesan untuk acara kick off grup mereka pada bulan Mei 2013 lalu, tapi baru sempat diposting sekarang.


Karena selama ini tidak pernah membuat tumpeng, baru sebatas nasi kuning kotakan saja, jadi perlu banyak referensi nih. Syukurnya banyak member-member NCC tercintah yang mau sharing. Salah satunya yang menjadi panduan terutama dalam time management membuat master piece yang satu ini pastinya ya web NCC lah!! Yang pengen belajar juga, boleh dicek di sini dan di sini ya... Dengan referensi dan step by step super lengkap ini, hampir bisa dipastikan semua orang bisa bikin tumpeng.

Efek samping setelah membuat tumpeng perdana yang perlu diwaspadai :
1. Rumah beraroma haruuuummm. Kombinasi pandan, jahe dan daun jeruk dari nasi kuning.
2. Rasa super bahagia mengetahui bahwa semua penikmatnya mengacungkan jempol (virtually, karena komennya lewat sms, hihihi...). Kekurangannya satu aja, kurang asin. Berarti bakulnya dah gak pengen kawin lagi. Hahahahha ^-^
3. Rasa suaangaaatt super duper happy dengar krincing-krincing bunyi duit yang didapat dari sang pemesan tumpeng. Sooo sweeeettt...!!! :D

Matur nuwun, semoga "Sepasang Sepatu" sukses selalu. Amiiiinnn

Friday, June 15, 2012

Nasi Kuning 'Mbrining-mbrining'

Desember adalah bulan yang monumental buatku dan suami. Kami berdua menikah di bulan Desember 2010 lalu. Tepatnya tanggal 12 Desember 2010. Tahun 2011 ini kami berulang tahun pernikahan yang pertama. Kebetulan aku juga sedang hamil anak kami yang pertama. Soal kehamilanku, belakangan banyak yang bertanya, "Kapan mau bikin acara Bamandi-mandi?" Ini adalah acara siraman untuk menandai tujuh bulan usia kehamilan di daerah Kalimantan Selatan, tempat asal suamiku. Maksud dan tujuannya sama dengan Tingkeban yang aku kenal di Jawa, hanya prosesinya saja yang berbeda.

Namun dengan berbagai pertimbangan, aku dan suami memutuskan untuk tidak mengadakan acara itu. Sebagai gantinya, kami sepakat untuk mengadakan syukuran dengan mengirim nasi kuning ke tetangga dan teman-teman dekat kami di kantor. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.. Ceileeehhhh...... *padahal biar hemat dan praktis* Lumayan kan, merayakan anniversary sambil tujuh bulanan. hihihihiih.....   

Jadilah aku ambil cuti sehari dari kantor untuk menyiapkan segalanya. Seharusnya syukuran tanggal 12 Des, eeehhh mundur seminggu jadi tanggal 17. Tapi gak papa deh, yang penting terlaksana. Diputuskan, pengen bikin nasi kuning ala Jawir. Dalam hati berkata "Hebat bener ya, nasi kuning aja ada suku nya..." Bukan bermaksud SARA nih, tapi di Kalsel, nasi kuning memang biasanya dihidangkan sehari-hari dengan lauk ayam, ikan atau telur dibumbu merah (lazim disebut Masak Habang). Kali ini, karena tidak punya banyak waktu untuk persiapan dan belanja ke pasar, akhirnya yang dibikin hanya nasi kuning sederhana. Lauknya Ayam goreng laos, perkedel kentang, sambel kering kentang, telor dadar, krupuk udang dan ketimun. Plus, bolu gulung, risol dan anggur. Semua dibuat sendiri, kecuali kue dan anggurnya pasti. hehehehehhe....

Omong-omong, ini nasi kuning perdana lho. Kebat-kebit juga, takut gagal dan rasanya gak enak. Tapi ternyata hasilnya tidak mengecewakan. Malah, ada beberapa teman yang gak percaya kalo aku masak sendiri. Mereka bilang kalo itu nasi kuning pasti bikinan katering. Wuaaahhhh.... serasa melayang ke langit ke tujuh... *lebay*

Mau coba bikin juga? Ni dia resepnya
>> Nasi kuning
Bahan:
1 kg beras
1 genggam ketan putih (fungsinya untuk perekat)
2 btr kelapa parut, ambil santannya
Kunyit diparut dan diperas, ambil airnya (aku pake blender trus disaring :D)
Jahe keprek, daun jeruk, daun pandan wangi, dan batang sere keprek, garam secukupnya
Air jeruk nipis (supaya warna kuningnya jernih)


Beras dan ketan dicampur, kemudian cuci bersih. Masukkan rempah-rempah. Tuangi santan yang sudah dicampur perasan kunyit dan air jeruk nipis dan garam, kira-kira setinggi dua ruas jadi dari permukaan beras, aron sampai santan mengering. Hati-hati, jangan sampai terlalu kering karena bisa gosong. Kemudian, kukus beras aron sampai matang. Satu kg beras bisa untuk sekitar 10 porsi, tergantung banyaknya.

>> Ayam goreng laos
Bahan:
1 ekor ayam (potong 10, cuci bersih, beri perasan air jeruk dan garam, cuci bersih lagi)
50gr lengkuas, kupas bersih, cuci lalu parut
3 siung bawang putih
Ketumbar
kunyit, jahe, batang sere, daun jeruk, garam
Air

Haluskan bawang putih, garam, ketumbar dan kunyit. campur dengan ayam, lengkuas dan rempah-rempah. Aduk rata, tuangi air sampai ayam terendam sepenuhnya. Masak sampai ayam lunak dan bumbu meresap. Angkat dari api, tunggu dingin dan siap digoreng. Ayam yang sudah dibumbui bisa disimpan 2 - 3 hari di dalam kulkas. Sebelum masuk kulkas, ayam harus benar-benar sudah dingin dan disimpan dalam wadah tertutup. Rempah ayam bisa digoreng setelah ditiriskan.

>> Kering kentang
Bahan:
1,5 kg kentang, kupas, parut dengan parutan untuk rujak. 
300 gr kacang tanah kupas (digoreng seperti membuat kacang bawang)
Cabe merah, buang bijinya, potong memanjang, goreng kering
Bawang Merah dan Bawang putih goreng
10 sdm gula pasir
150 cc air & Asam jawa
Haluskan;
5 btr bawang merah
3 siung bawang putih
Cabe merah buang biji dan cabe rawit jika suka
lengkuas keprek, daun jeruk, daun salam, garam & minyak untuk menumis secukupnya.


Kentang setelah diparut, rendam dengan air. Bilas bersih lalu digoreng kering. Dalam nampan atau baskom susun berlapis kentang, kacang goreng, beri cabai dan bawang goreng.
Tumis bumbu halus dan rempah daun sampai harum. Masukkan gula dan air asam jawa. Masak sampai berserabut. Masukkan kentang yang sudah disusun. Aduk rata.

Hasil 750 gr.